home

Jumat, April 22, 2011

riset dalam ilmu hubungan internasional

Secara umum, sebuah riset atau penelitian dapat diartikan sebagai kegiatan mengumpulkan informasi-informasi serta fakta-fakta yang digunakan untuk menjawab pertanyaan dan menyelesaikan masalah. Namun dalam kajian yang lebih mendalam, yaitu pada bidang keilmuan, riset dapat menjadi sebuah tahapan awal dalam membentuk pengetahuan baru. Sehingga kemudian riset bersifat siklis, yakni berulang-ulang. Hal tersebut dikarenakan sebuah temuan dari sebuah riset dapat kemudian digunakan kembali sebagai dasar awal untuk penelitian-penelitian lanjutan. Walau dengan urutan proses riset yang sama, yakni pengumpulan data, pengolahan data, penganalisaan dengan teori tertentu, dan penerjemahan serta penulisan hasil analisa dalam bentuk yang sistematis.

Untuk menghasilkan  sebuah riset yang baik, maka diperlukan sebuah metodelogi yang baik pula. Metodelogi atau kerangka berpikir adalah cara dalam memahami suatu ilmu. Sebuah metodelogi berkaitan dengan epistemology. Dalam riset, metodelogi dapat digunakan sebagai pondasi utama yang memastikan agar riset yang dilakukan tetap berada pada jalur yang benar. Metodelogi juga dapat dipandang sebagai logika kajian penalaran yang tepat.

Dalam disiplin ilmu Hubungan Internasional, riset dan metodologinya selalu berkembang pesat. Ini karena sejatinya ilmu Hubungan Internasional merupakan sebuah disiplin ilmu yang relatif masih baru jika dibandingkan ilmu sosial lainnya. Serta ilmu Hubungan Internasional mampu berkembang pesat seiring dengan pesatnya pula perkembangan dunia. Sehingga akan memunculkan konsep dan teori baru mengenainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar