home

Kamis, November 25, 2010

perbandingan demokratisasi indonesia dan amerika

Amerika Serikat dianggap lebih demokratis dibanding Indonesia, meskipun tingkat partisipasi penduduk dalam pemilu, kalah jauh dibanding Indonesia. Ada beberapa penyebabnya. Yang pertama adalah bahwa pemilu di Indonesia sangat kurang demokratis, terutama pada masa orde baru. Banyak pegawai pemerintahan yang dipaksa untuk memilih golkar, dan dengan kata lain memilih Soeharto sebagai presidennya. Tingkat pertisipasi masyarakat dalam pemilu pun menjadi tidak penting karena, rakyat tetap tidak bisa memilih sesuai dengan hati nuraninya.

Hal lainnya adalah bahwa tingkat demokratisasi tidak semata-mata dihitung berdasarkan jumlah pemilih. Amerika sebagai negara maju, memiliki penduduk dengan tingkat pendidikan yang tinggi. Hal ini tentu saja menyumbang pada tingkat kesadaran politik yang juga akan tinggi. Amerika menjadi sangat demokratis, karena warganya dapat menyalurkan aspirasinya dengan berbagai cara, dan dalam berbagai kesempatan, tidak hanya pada saat pemilihan umum saja. Tidak hanya melalui demonstrasi-demonstrasi, penduduk Amerika juga mengeluarkan pendapatnya dalam bentuk film-film politis, lagu-lagu dan banyak hal lainnya. Ini didukung oleh budaya Amerika yang menjunjung tinggi kebebasan. Setiap orang bebas mengekspresikan pendapatnya dalam berbagai cara.

Selain itu Amerika mempunyai sistem pertanggungjawaban politik yang kuat. Hal ini memungkinkan pemilih untuk mengontrol orang yang dipilihnya, agar tetap menjalankan janji-janjinya pada masa kampanye. Tidak ada kewenangan tanpa control. Di beberapa negara bagian di Amerika, konstituen dapat melakukan “re-call” terhadap anggota legislative yang dianggap ingkar janji.

Itulah beberapa hal yang dapat saya sebutkan mengenai Amerika yang dianggap lebih demokratis dibanding Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar